Mudik tahun ini ternyata dapat menghilangkan rasa kangen terhadap kampung halaman sendiri yang sudah setahun saya tinggalkan. Rasa kangen tersebut dapat hilang setelah melihat bahwa simeulue sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari segi pembangunan maupun sarana dan prasarana lainnya. Tapi bagi saya yang terpenting adalah dapat melepaskan hobi yang selama ini terpendam karena selama ini tidak dapat dilakukan sehubungan waktu dan tempat juga tidak mendukung. Hobi saya adalah sama seperti teman-teman yang lain yaitu memancing dan menembak burung yang tentunya untuk dikonsumsi alias di santap.
Saat kembalinya saya kesinabang beberapa waktu yang lalu hobi tersebut dapat terlaksana, karena seperti kita ketahui simeulue merupakan kepulauan yang berada di ujung sebelah barat pulau sumatere yang sangat kaya akan hasil laut dan hasil hutannya, memancing adalah salah satu hobi saya dari kecil jadi keinginan untuk memancing tersebut akan timbul dengan sendirinya bila berada di sinabang sehingga rugi rasanya kalau tidak dilakukan. Menembak burung juga tidak kalah asiknya dengan memancing ikan di laut, tetapi berburu butuh tenaga yang cukup extra karena sedikit mengeluarkan energi karena kita keluar masuk hutan untuk mencari burung sebagai sasaran kita. Di simeulue burung yang biasa di buru adalah punai dan bakuk (boklem) dalam bahasa defayan. bakuk ukurannya sedikit lebih besar bila dibandingkan dengan burung punai akan tetapi rasa burung punai lebih enak bila dibanding burung bakuk.




